Perbedaan Lap Microfiber dan Lap Kanebo (PVA)
- Mipacko
- December 14, 2021
- 3:44 pm

Karena kemampuan daya serapnya yang besar, di Indonesia Microfiber sudah banyak digunakan untuk berbagai macam aplikasi misalnya; Lap Mobil / Detailing Cloth:
Berbagai macam merk Lap Mobil sudah banyak dipasaran. Fungsi nya memang berbeda dengan Lap Kanebo atau Lap Chamois. Lap Kanebo terbuat dari bahan PVA dan Microfiber terbuat dari Polyester dan Nylon.
Secara Fungsi dan kegunaan sama saja untuk mengelap atau untuk membersihkan. Tapi Kalau PVA hanya bisa digunakan ketika basah. Karena kalau kering PVA akan keras seperti kerupuk. Sedangankan Microfiber bisa digunakan ketika basah dan kering. Kelebihan Microfiber bisa digunakan untuk barang-barang elektonik ketika kering. Kalau PVA tidak bisa digunakan untuk elektronik karena kainnya harus selalu basah, dan kalau kain basah bisa menyebakan elektonik konslet dan atau elektonik/gadget rusak.
Lap Kanebo PVA atau Chamois
Apa yang dimaksud dengan PVA ?
Dikutip dari wikipedia :
” Polivinil asetat (Bahasa Inggris: Polyvinyl acetate, PVA atau PVAc) adalah suatu polimer karet sintetis. Polivinil asetat dibuat dari monomernya, vinil asetat (vinyl acetate monomer, VAM). Senyawa ini ditemukan di Jerman oleh Dr. Flitz Klatte pada 1912. Hidrolisis sempurna atau sebagian dari senyawa ini akan menghasilkanpolivinil alkohol (PVOH). Rasio hasil hidrolisis ini berkisar antara 87% – 99%.
Polyester
Kutip dari wikipedia :
Poliester juga digunakan untuk membuat botol, film, tarpaulin, kano, tampilan kristal cair, hologram, penyaring, saput (film) dielektrik untuk kondensator, penyekat saput buat kabel dan pita penyekat.
SIFAT-SIFAT SERAT POLIESTER
Sifat mekanis
Sifat kimiawi
INDUSTRI POLIESTER
Dasar-Dasar
Poliester merupakan salah satu polimer sintetis yang terbuat Purified Terephtalic Acid (PTA) atau dimetil ester dimethyl terephthalate (DMT) dan Mono Etilena Glikol (MEG). Dengan pangsa pasar sebesar 18% dari semua bahan plastik yang diproduksi, poliester berada di urutan ketiga setelah polietilena (33.5%) dan polipropilena (19,5%).
Bahan-bahan mentah utamanya adalah sebagai berikut:
- Purified Terephthalic Acid – PTA – CAS-No.: 100-21-0
Sinonim: 1,4 Dibenzenedicarboxylic acid,
Sum formula; C6H4(COOH)2 , berat mol: 166,13 - Dimethylterephthalate – DMT- CAS-No: 120-61-6
Sinonim: 1,4 Dibenzenedicarboxylic acid dimethyl ester
Sum formula C6H4(COOCH3)2 , berat mol: 194,19 - Mono Etilena Glikol – MEG – CAS No.: 107-21-1
Sinonim: 1,2 Ethanediol
Sum formula: C2H6O2 , berat mol: 62,07
Lebih banyak informasi mengenai berbagai bahan mentah poliester bisa ditemukan untuk PTA [1],DMT [2] dan MEG [3], di laman web INCHEM “Chemical Safety Information from Intergovernmental Organizations”.
Dibutuhkan katalis untuk menghasilkan sebuah polimer dengan berat molekul yang tinggi. Katalis yang paling umum dipakai adalah antimon trioksida (atau antimon tri asetat):
Antimon trioksida – ATO – CAS-No.: 1309-64-4 Sinonim: tak ada, berat mol: 291,51 Sum formula: Sb2O3
Pada 2008, sekitar 10 000 t Sb2O3 digunakan untuk memproduksi sekitar 49 Mio t polietilena tereftalat.
Poliester dideskripsikan sebagai berikut:
Polyetilena Tereftalat CAS-No.: 25038-59-9 Sinonim / singkatan: poliester, PET, PES Sum Formula: H-[C10H8O4]-n=60-120 OH, berat unit mol: 192,17
Ada beberapa alasan pentingnya PTA:
- Relatif mudah diaksesnya berbagai bahan mentah PTA atau DMT dan MEG
Proses kimianya sintesis poliester yang mudah dijelaskan dan sangat mudah dipahami - Rendahnya tingkat toksisitas semua bahan mentah serta produk sampingan selama produksi dan pengolahan
- PET bisa diproduksi dalam sebuah simpal (gelung) tertutup pada emisi yang rendah ke lingkungan
- Bisa didaur ulang
- Banyaknya varian produk antara dan final yang terbuat dari poliester
Dalam tabel 1: produksi poliester sedunia untuk poliester tekstil, resin poliester botol, poliester saput (film) yang terutama sekali untuk pengepakan dan poliester khusus buat plastik mesin. Berdasarkan tabel ini, produksi poliester dunia melebihi 50 juta ton tiap tahun sebelum tahun 2010
| Pangsa pasar per tahun | ||
|---|---|---|
| Jenis Produk | 2002 [Mio t/a] | 2008 [Mio t/a] |
| Tekstil -PET | 20 | 39 |
| Resin, Botol/A-PET | 9 | 16 |
| Film-PET | 1.2 | 1.5 |
| Poliester Spesial | 1 | 2.5 |
| TOTAL | 31.2 | 49 |
Produsen bahan mentah
Pengolahan poliester
| POLIMER BERBASIS-POLIESTER (LELEH atau BUTIRAN) | |
|---|---|
| Tekstil | Pengepakan |
| Serat stapel (PSF) | Botol untuk CSD, Air, Bir, Jus, Deterjen |
| Filamen POY, DTY, FDY | A-PET Film |
| Benang teknis dan kawat ban | Thermoforming |
| Tak tertenun dan spunbond | BO-PET |
| Mono-filamen | Pembalutan |
Sintetis
(n+1) R(OH)2 + n R´(COOH)2 —> HO[ROOCR´COO]nROH + 2n H2O
Esterifikasi azeotrop
Dalam metode klasik ini, satu alkohol dan satu asam alkanoat bereaksi membentuk ester karboksilat. Untuk menghimpun sebuah polimer, air yang terbentuk dari reaksi harus terus-menerus dihilangkan dengan penyulingan azeotrop.
Transesterifikasi beralkohol
O
\\
C - OCH3 + OH[Oligomer2]
/
[Oligomer1]
| O
\\
C - O[Oligomer2] + CH3OH
/
[Oligomer1]
| |
| (ester-terminated oligomer + alcohol-terminated oligomer) | (oligomer yang lebih besar + metanol) |
Asilasi (metode HCl)
Asam bermula sebagai sebuah asam klorida, dan dengan begitu polikondensasi meneruskan emisi (pemancaran) asam klorida (HCl), bukannya air. Metodi ini bisa dilakukan di dalam larutan atau sebagai sebuah email.
Metode silil
Dalam varian metode HCl ini, asam alkanoat klorida diubah dengan trimetil silil eternya komponen alkohol dan hasilnya adalah trimetil silil klorida.
Polimerisasi pembukaan-cincin
Poliester alifatik bisa disusun dari lakton pada kondisi temperatur ruang dan tekanan 1 atm, dikatalisasikan secara anion, kation, atau organologam (metalorganik).
THERMOSETTING (KERASPANAS)
Pada umumnya resin thermosetting merupakan kopolimer dari poliester tak jenuh dengan stirena. Penjenuhan poliester diatur melalui penggunaan asam maleat maupun asam fumarat. Dalam vinilester, penjenuhan terdapat dalam kelompok alkoholnya poliester. Ikatan gandanya poliester tak jenuh bereaksi dengan stirena dan menghasilkan struktur pertautan silang 3-D. Struktur ini bertindak sebagai sebuah thermoset. Pembentukan ikatan pertautan silang dimulai melalui reaksi eksotermik yang melibatkan sebuah peroksida organik, seperti metil etil keton peroksida atau benzoil peroksida.
Posting Komentar